Mudik 2009 (8/12/09 - 7/01/10)
Hari-hari kita di Indo berlangsung dengan cepat. Perayaan penting seperti Natal dan Tahun baru dilewati, setelah itu kayak tinggal ngitung waktu aja buat balik ke Belanda. Perasaan gak banyak yang kita lakuin di Indo. Rencana sih macem-macem, tapi begitu nyampe Indo, ternyata pelaksanaannya susah.
Tadinya pingin ke Bandung, nengok Eyang Jon dan Tante Dina sekeluarga, sekalian ketemu 2 sobatku, gatot...
Akhirnya kita cuma ke Semarang dan Jogja.
Selama di Indo makan Adinda yang emang dari awal gak mudah, tambah susah. Dicoba mulai dari bubur ayam, bubur bayi tim, kadang doyan, kadang gak doyan.
Untungnya balik ke Belanda, selera makannya mulai membaik, mungkin bawaan dingin juga, jadi laper terus.
Selama di Indo kita di Solo aja, nyante. Jalan paling ke mall, kebon binatang dan tempat wisata gak jauh dari Solo. Memuaskan kangen makanan gak boleh dilewatin, juga pijet yang di Belanda cuma bisa dalam mimpi aja. Kunjungan keluarga juga gak banyak, paling ke rumah oom-tante di Solo, terus kunjungan keluarga besar Semarang sambil makan tumpeng.
Balik ke Belanda, kita udah siap-siap kedinginan karena beritanya sering di tipi. Tadinya Gegen pingin balik naik kereta karena gak mau repotin kakaknya yang pada kerja ato ngurusin anak. Aku gak setuju lah, gila aja banyak bawaan gitu, bawa anak kecil, belum lagi kedinginan, masak mau naik kereta? Kayaknya gak tenang aja.
Akhirnya setelah diomongin dengan Christine, Michel yang kerja di A'dam bakal bawa mobil kita, NGANTERIN mobil ke bandara dan abis itu kita nyetir sendiri ke rumah.
Miris juga sih, dari yang di Indo dimanja, mau kemana diantar, mesti balik lagi ke yang semua mesti SENDIRI. Waktu Michel bikin kita mesti nunggu di bandara 3 jam, pertahananku runtuh juga. Bener-bener negara ibu tiri ni! Enaknya buat nyari duit doang, ngabisinnya di Indo!
Di Indo Adinda gak kekurangan perhatian dari Eyang-eyang dan Oom (plus calon tante). Oom yang biasanya jarang pulang ke Solo sejak ada Adinda jadi sering balik, she's like the glue of our family.
My dearest ones, I'm sorry I have to take that light away from you
The light that has brighten up your faces everytime you see her
I'm so sorry when I watched the light on your faces faded way as we separated
I promise you I'll do my best to raise her
To be a child who doesn't forget
That she has a family far away, who always pray for her
Who put her in their mind and heart every single day
To be a child who later can speak to you
In our language, in her mother's tongue
I promise I will work as hard as I can
So that I can bring that light back to you
You, my dearest ones

|