Tuesday, August 16, 2005

Pengakuan

Seperti yang pernah disinggung di sini, kemarin adalah peringatan korban perang yang jatuh pada tahun 1941-1945 antara Belanda dan Jepang. Kemaren di tivi disiarkan upacara yang berlangsung di Den Haag, di Indisch Monument, yang dihadiri oleh para veteran dan Ratu Beatrix.

Di kesempatan yang sama, Ben Bot, Menlu Belanda, menyatakan bahwa setelah 60 tahun kemerdekaan Indonesia, pemerintah Belanda akhirnya mengakui bahwa 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Indonesia, lepas dari penjajahan Belanda. Sebelumnya, mereka menetapkan bahwa Indonesia bebas dari penjajahan pada tanggal 27 Desember 1949. Ben Bot akan hadir pada perayaan hari kemerdekaan esok hari di Jakarta dan akan menjelaskan kepada rakyat dan pemerintah Indonesia akan kesalahan mereka, bahwa kedatangannya adalah penerimaan secara moral dan politik akan tanggal tersebut (17 Agustus). Pada pidatonya, Menlu Bot menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika ditahan di kamp oleh Jepang.

Di Koran NRC Handelsblad dua orang penting di Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau Institut Bahasa, Negara dan Ilmu Masyarakat di Leiden membahas sedikit tentang perlunya peninjauan kembali pelajaran sejarah di sekolah setelah pengakuan 17 Agustus oleh pemerintah Belanda.

Kemaren malam, di acara Netwerk, Step Vaassen, koresponden NOS Journaal untuk Indonesia, mewawancarai tiga veteran perang, di Gedung Juang '45, Jakarta. Step bisa bahasa Indonesia, tapi tiga bapak veteran ini pake bahasa Belanda!! Masih bagus bahasa Belandanya, pilihan kata-katanya pun bikin aku terperangah, masih inget gitu ya mereka. Mereka bertiga bercerita tentang masa perjuangan kemerdekaan, bagaimana pendapat mereka tentang datangnya Menlu Bot besok, dll.

Akhirnya setelah 60 tahun....

**baca lebih lanjut di sini